RSS
Welcome to my blog, hope you enjoy reading :)

Monday, March 15, 2010

LONELY

C Em
Lonely im mr lonely,
F
I have nobody,
G
To call my owwnnn
C Em
Im so lonely, im mr. Lonely
F
I have nobody,
G
To call my owwnnn
C
Im so lonely,


C
I Woke up in the middle of the night
Em
And I noticed my girl wasn't by my side
F
Could of sworn I was dreaming
G
For her I was fening

So I had to take a little ride
C
Backtracking on these few years
Em
Trying to figure out what I do to make her go bad
F
Cause ever since my girl left me
G
My whole life came crashin and im so

(CHORUS)
C
Cant believe I had a girl like you
Em
And I just let you walk rite out of my life
F
After all I put you through
G
You still stuck around and stayed by my side
C
What really hurt me is I broke your heart
Em
Baby you a good girl and I had no right
F
I really wanna make things right
G
Cause with out you in my life girl im so

(CHORUS)
C
Man in all of the world iv'e never meet a
Em
Girl that could take the things that you've been through
F
Never thought that day would come Were you would get up and run
G
and I would be all chasing you
C
Cause aint no where in da globe id rather b
Em
Aint no'one in the globe id rather see
F
Than the girl in my dreams that made me be
G
So happy but now so lonely
(CHORUS)

C
never thought that id be alone
Em
I didn't think you'd be gone this long
F
I just want you to call my phone
G
So stop playin girl and come on home

C
Baby girl I didn't mean to shout
Em
I want me and you to work it out
F
I never wish id hurt my baby
G
And its driving me crazy Cause im so

(CHORUS)

C
So lonely
Em
So lonely
F
Mr lonely
G
So lonely
C
So lonely
Em
So lonely
F
So lonely
G
Mr lonely

About Me



Saya adalah seorang anak yang terlahir di Jakarta pada tanggal 26 Maret 1992. Saya berasal dari sebuah keluarga kecil yang bisa dibilang ”Keras” dalam didikan seiap anggota keluargaku. Ayahku berasal dari flores, jelas flores adalah daerah yang terkenal dengan adatnya yang keras, sehingga dalam mendidik anaknyapun sangat keras ” sekali tidak ya tidak” itulah kata-kata yang mempertegas ucapan ayah saya jika ingin melarang anaknya untuk melakukan hal yang dianggapnya kurang baik. Sedangkan ibu saya merupakan peranakan dari jawa dan flores, jadi biarpun adatnya keras tapi i bu saya masih bisa halus dalam mendidik anaknya. Saya adalah anak ketiga dari lima bersaudara. Kakak saya yang pertama saat ini sedang menjalani panggilannya untuk menjadi seorang imam di diosesan Jakarta, sedangkan kakak saya yang kedua sekarang sudah bekerja dan kedua adik saya masih bersekolah.
Sejak kecil saya akrab menyebut nama saya ataupun dipanggil oleh kedua orang tua saya dengan sebutan ”etus” yang berasal dari nama saya yaitu ”Petrus”. Panggilan sayang itu yang biasanya dibilang oleh banyak orang. bagi saya panggilan sayang dalam keluarga memang sangat penting selain untuk memperhangat hubungan didalam keluarga juga merupakan bentuk kasih sayang atau cinta yang khusus yang diberikan kepada orngtua. Dahulu semasih bayi saya merupakan anak yang terputih dikeluarga saya, jadi saya sempat dikira bukan anak dari orangtua saya itu karena saya beda sendiri. Saat bayi kata ibu saya, saya adalah seorang bayi laki-laki yang gemar sekali mengejar semut-semut yang sedang berjalan diatas lantai rumahku. Namanya juga seorang bayi pastilah sangat gemar hal-hal yang aneh itu sudah biasa. Saya merupakan anak yang tidak pernah ngompol saat usia balita. Saya merupakan seorang anak yang paling jarang menjalin komunikasi dengan keluarga terlau sering. Jadi saya menjalin komunikasi atau mengobrol dengan anggota keluarga tidak begitu sering.

Sunday, May 31, 2009

Situ Gintung

Mengapa???

Mengapa adalah kata Tanya…

Kata Tanya ini sangat sering terucap…

Ketika seseorang sedang tertimpa bencana…

Mengapa??? Mengapa????

Mengapa ini terjadi???????

Mengapa Tuhan begini…..

Mengapa harus aku yang merasakannya..

Sedih, haru, dan trauma…

Adalah perasaan jiwa yang terjadi…

Perkelahian, pertentangan, dan demonstrasi….

Adalah tindakan jiwa yang terjadi…

Sampai kapankah kata mengapa terus terucap???

Mengapa kita tidak mencoba merefleksikan diri???

Mengapa kita tidak mencoba bangkit???

Mengapa kita bisa merasa terpukul???

Mengeluh…..

Mengeluh adala jawaban No.1…

Karena mengeluh kita menjadi pemalas…

Karena mengeluh pula kita tidak bisa bangkit…

Kehidupan memang sungguh pahit…

Tetapi bisa indah jika kita mau….

Jangan pernah malu untuk sesuatu…

Percayalah yang terjadi adalah yang terbaik….

SAR

Badan SAR Nasional

Badan SAR Nasional (disingkat Basarnas) adalah Lembaga Pemerintah Non Departemen Indonesia yang bertugas melaksanakan tugas pemerintahan di bidang pencarian dan pertolongan (search and rescue/SAR).

Tugas

Basarnas mempunyai tugas pokok melaksanakan pembinaan, pengkoordinasian, dan pengendalian potensi SAR dalam kegiatan SAR terhadap orang dan material yang hilang atau dikhawatirkan hilang atau menghadapi bahaya dalam pelayaran dan/atau penerbangan, serta memberikan bantuan dalam bencana dan musibah lainnya sesuai dengan peraturan SAR nasional dan internasional. Secara jelas tugas dan fungsi SAR adalah penanganan musibah pelayaran dan/atau penerbangan, dan/atau bencana dan/atau musibah lainnya dalam upaya pencarian dan pertolongan saat terjadinya musibah. Penanganan terhadap musibah yang dimaksud meliputi 2 hal pokok yaitu pencarian (search) dan pertolongan (rescue). Dalam melaksanakan tugas penanganan musibah pelayaran dan penerbangan harus sejalan dengan IMO dan ICAO.

Sejarah

Sejarah Basarnas dimulai dengan terbitnya Keputusan Presiden No 11 Tahun 1972 tanggal 28 Februari 1972 tentang Badan SAR Indonesia (BASARI), dengan tugas pokok menangani musibah kecelakaan dan pelayaran. BASARI berkedudukan dan bertanggung jawab kepada Presiden dan sebagai pelaksanan di lapangan diserahkan kepada PUSARNAS (Pusat SAR Nasional) yang diketuai oleh seorang pejabat dari Departemen Perhubungan.

Pada tahun 1980 berdasarkan keputusan Menteri Perhubungan nomor KM.91/OT.002/Phb-80 dan KM 164/OT.002/Phb-80, tentang Organisasi dan tata kerja Departemen Perhubungan, PUSARNAS menjadi Badan SAR Nasional (BASARNAS). Perubahan struktur organisasi BASARNAS mengalami perbaikan pada tahun 1998 berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan nomor KM. 80 tahun 1998, tentang Organisasi dan Tata Kerja BASARNAS dan KM. Nomor 81 tahun 1998 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor SAR. Pada tahun 2001, struktur organisasi BASARNAS diadakan perubahan sesuai dengan Keputusan Menteri Perhubungan KM. Nomor 24 tahun 2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Perhubungan dan Keputusan Menteri Perhubungan No. 79 tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Search and Rescue (SAR).

Dengan meningkatnya tuntutan masyarakat mengenai pelayanan jasa SAR dan adanya perubahan situasi dan kondisi Indonesia serta untuk terus mengikuti perkembangan IPTEK, maka organisasi SAR di Indonesia terus mengalami penyesuaian dari waktu ke waktu. Organisasi SAR di Indonesia saat ini diatur dengan Peraturan Menteri Perhubungan No. KM 43 Tahun 2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Perhubungan dan Keputusan Menteri Perhubungan No. KM 79 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor SAR. Dalam rangka terus meningkatkan pelayanan SAR kepada masyarakat, maka pemerintah telah menetapkan Peraturan Pemerintah No. 36 Tahun 2006 tentang Pencarian dan Pertolongan yang mengatur bahwa Pelaksanaan SAR (yang meliputi usaha dan kegiatan mencari, menolong, dan menyelamatkan jiwa manusia yang hilang atau menghadapi bahaya dalam musibah pelayaran, dan/atau penerbangan, atau bencana atau musibah lainnya) dikoordinasikan oleh Basarnas yang berada dibawah dan bertanggungjawab langsung kepada Presiden. Menindak lanjuti Peraturan Pemerintah tsb, Basarnas saat ini sedang berusaha mengembangkan organisasinya sebagai Lembaga Pemerintah Non Departemen sebagai upaya menyelenggarakan pelaksanaan SAR yang efektif, efisien, cepat, handal, dan aman.

Terakhir, berdasarkan Peraturan Presiden No. 99 Tahun 2007, BASARNAS ditetapkan sebagai Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPND) yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden.

Struktur Organisasi

Basarnas mempunyai UPT sebanyak 24 UPT yang disebut dengan Kantor SAR. Kantor SAR mempunyai wilayah tanggung jawab untuk melaksanakan pembinaan, koordinasi dan pelaksanaan operasi SAR di wilayahnya. Sampai dengan Desember 2007, Basarnas merupakan instansi tingkat eselon I di Departemen Perhubungan.